Saturday 7 February 2026 - 20:41
Seorang Peneliti Ahlussunnah: Ayatullah Khamenei adalah Teladan Menonjol Bagi Perdamaian di Dunia yang Penuh Gejolak

Hawzah/ Maulawi Ruh al-Amin dalam sebuah pernyataannya menggambarkan Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, sebagai “teladan yang jelas dan menginspirasi” bagi terwujudnya perdamaian serta terciptanya tatanan dunia yang adil. Ia menegaskan pentingnya perhatian global terhadap pandangan-pandangan yang disampaikan oleh beliau.

Berita Hawzah – Maulawi Ruh al-Amin, peneliti Islam dan Ketua Lembaga AIMAI India, dalam seminar bertajuk “Perdamaian Global dan Tatanan Internasional yang Adil” menyatakan bahwa di era ketika dunia menghadapi krisis yang meningkat, persaingan hegemonik, dan ketidakamanan yang meluas, pendekatan dan kepemimpinan Ayatullah Khamenei merupakan contoh menonjol dari politik yang berlandaskan kemandirian, keadilan, dan keteguhan dalam menghadapi dominasi. Menurutnya, model tersebut dapat menjadi inspirasi bagi upaya global dalam mewujudkan perdamaian berkelanjutan.

Ruh al-Amin kemudian menguraikan beberapa poin utama pandangannya:

Pertama: Kepeloporan dalam Menjaga Kedaulatan Budaya

Ia menyoroti meluasnya pengaruh budaya Barat di dunia dan menegaskan bahwa keteguhan Republik Islam Iran dalam mempertahankan nilai-nilai Islam dan identitas nasional merupakan pesan penting bagi seluruh bangsa yang mencintai kebebasan. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa menjaga keaslian budaya dan agama tetap memungkinkan di tengah arus globalisasi.

Kedua: Memperjuangkan Tatanan Dunia yang Adil

Ruh al-Amin menambahkan bahwa Ayatullah Khamenei secara tegas menentang pendekatan unilateral kekuatan besar dan menyerukan pembentukan sistem internasional yang multilateral dan berlandaskan keadilan, sebuah kebutuhan yang tak terhindarkan untuk mencapai stabilitas dan keamanan global.

Ketiga: Falsafah Perlawanan sebagai Manifestasi Martabat dan Kepercayaan Diri Nasional

Dengan menyinggung konsep seperti “ekonomi resistensi” dan “budaya perlawanan”, ia menilai bahwa pendekatan tersebut mencerminkan kemandirian, martabat nasional, dan keteguhan suatu bangsa dalam menghadapi tekanan eksternal. Menurutnya, hal ini merupakan pengalaman penting dalam sejarah kontemporer.

Keempat: Dukungan terhadap Dialog Antarperadaban

Ia menilai peran Republik Islam Iran dalam memperkuat dialog antaragama, antarbudaya, dan antarperadaban sebagai kontribusi signifikan dalam mendekatkan bangsa-bangsa dan mengurangi ketegangan global.

Ruh al-Amin menekankan bahwa dunia saat ini lebih dari sebelumnya membutuhkan model yang berlandaskan keadilan, spiritualitas, dan kemandirian. Ia meyakini bahwa pandangan-pandangan Pemimpin Revolusi Islam dapat memperjelas jalan menuju perdamaian dan koeksistensi yang harmonis.

Ia juga menyinggung kesinambungan historis dari pendekatan tersebut dan menegaskan bahwa kepemimpinan Ayatullah Khamenei merupakan kelanjutan alami dari warisan intelektual dan revolusioner Imam Khomeini. Komitmen terhadap pembelaan bangsa-bangsa tertindas, ketegasan dalam menghadapi hegemoni, serta perpaduan spiritualitas dengan manajemen politik, menurutnya, adalah tiga pilar utama yang menjadikan Republik Islam Iran sebagai model yang berbeda dan berpengaruh di kancah internasional.

Ia menambahkan bahwa kesinambungan pemikiran dan praktik ini menunjukkan bahwa Revolusi Islam bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan sebuah gerakan hidup dan dinamis yang melalui kepemimpinan saat ini telah memasuki fase baru yang lebih luas dan mampu menginspirasi banyak bangsa di dunia.

Posisi di Dunia Kontemporer

Ruh al-Amin kemudian menyinggung kondisi dunia yang kompleks dan penuh ketegangan—ditandai perang, persaingan geopolitik, dan krisis beruntun—dan menegaskan bahwa pendekatan Republik Islam Iran di bawah kepemimpinan Ayatullah Khamenei mencerminkan komitmen serius terhadap perdamaian, dialog, dan keadilan dalam hubungan internasional. Pembelaan terhadap hak bangsa-bangsa lemah dan upaya membangun hubungan yang adil antarnegara, menurutnya, akan meninggalkanjejak penting dalam sejarah kontemporer.

Ia menekankan bahwa dukungan terhadap bangsa-bangsa tertindas dan penegasan prinsip keadilan dalam hubungan global bukan hanya sikap politik, tetapi juga tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang dapat memengaruhi masa depan tatanan internasional.

Horizon Baru dalam Pemikiran Perdamaian dan Keadilan

Di akhir pernyataannya, Ruh al-Amin menyatakan bahwa pendekatan tersebut membuka cakrawala baru dalam diskusi mengenai perdamaian global, keadilan internasional, dan pelestarian identitas budaya. Menurutnya, kepemimpinan yang berlandaskan kekuatan spiritual, keberanian moral, dan komitmen terhadap keadilan mampu menawarkan model praktis untuk mencapai stabilitas dan ketenangan di tengah gejolak dunia. Ia menilai bahwa pandangan tersebut bukan sekadar posisi politik, melainkan kerangka filosofis dan etis bagi terwujudnya perdamaian berkelanjutan di dunia.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha